Jumat, 20 Maret 2015

Dr. Soetomo : Tidak Punya Uang dan Banyak Utang adalah Anugerah-Nya

Tentang Syukur, Dr. SUTOMO adalah (staf) ahlinya. Wakil Pembantunya Rektor 1 salah satu Universitas Islam di Kepanjen ini berulangkali dan tak kenal lelah menganjurkan kepada para mahasiswinya tentang pentingnya bersyukur. Bahkan, Dr. SUTOMO pun mengakronimkan namanya sebagai: Syukur, Tobat, Moco sholawat. Amboi....indahnya...

Ajaran Syukur versi Dr Sutomo berisi 2 hal pokok:
  1. Khusnudhon kepada Allaah
  2. Segala hal yg kita alami adalah bentuk karunia-kemurahan Allaah yg wajib diterima dg rasa syukur. Luar biasaaaah....
Maka, menurut Dr Sutomo, hidup sederhana adalah karuniaNya; tidak punya uang dan banyak utang adalah anugerahNya juga; semua wajib disyukuri dengan tetap khusnudhon kepada Allaah.

Maka, Istighotsah BESOK LUSA, Jumat 20/02/15 jam 18.30 di Averroes adlh salah satu ekspresi mensyukuri hidup, rejeki, sehat, hutang, jomblo, pusing, dll. Doa-doa sebelumnya juga akan diulang dan diperkuat.

Rangkaian acara Istighotsah akan dimulai sejak pagi berupa Khotmil Qur'an juz 20 - 30 (juz 1 -20 akan diselesaikan oleh Dr Sutomo).

Hesty, 18/02/2015

Nasrun Yang Ingin Mengulang Masa Lalu

“Sebuah realitas mustahil tanpa konteks,” terang Habib Riri, Sang Guru Filsafat, dlm satu sesi Pelatihan Filsafat Averroes tempo hari. Sehingga, Lagu ‘Masa Lalu’ karya Miswan yg dipopulerkan oleh Deviana Safara (Dik Devi) tentu sarat konteks.

Adalah Nasrun, Direktur Diskusi Reboan Averroes, mantan Pemain Suling OM Monata, yang punya kisah cinta tak seimbang di masa lalu Dik Devi, yang terputus karena Nasrun harus kuliah di Malang (AADC versi Jombang). Singkatnya, suatu saat, Nasrun ingin mengulang kisah masa lalu tersebut, meski ia tahu Dik Devi sudah memilih cinta yang lain. Namun, Dik Devi ibarat: Rana dalam SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh, juga seperti Fatin Sidqia Lubis yang ‘Memilih Setia’. Ditolaknya Nasrun, didendangkannya penolakan tersebut melalui Lagu ‘Masa Lalu’ yang pernah menghentak jagat Dangdut Koplo Indonesia. Dan, Lain ‘Masa Lalu’ Lain pula ‘Sejarah’.

Lain Nasrun Lain pula Athok. Jika Nasrun ingin mengulang masa lalu, maka Athok ingin belajar dari sejarah. Manajer Pemasaran Koran terbesar di Malang yang menggemari uklam-uklam ini akan berangkat menelusuri jejak perjalanan Ibrahim AS, Isma’il AS, hingga Rasulullaah Muhammad SAW. Athok yg dikenal rajin menimba ilmu spiritual ini bermaksud mempertebal spiritualitasnya langsung di jantung spiritualitas semesta, Makkatul Mukarromah dan Madinatul Munawaroh.

Bersama istrinya, Eci, pegiat silaturahim ini akan bersilaturahim langsung kepada Kanjeng Nabi, dan berdoa di tempat-tempat dimana doa menjadi mustajabah. Kabar-kabarnya, mereka juga punya tambahan paket bulan madu ke Macau, karena si Aulia sudah berulangkali minta adik.

Sobat, monggo hadir untuk: ngalap berkah umroh Athok-Eci, mendoakan mereka sehat selamat sukses mabrur berumroh + bulan madu, mendoakan sehat selamat sukses bagi semua, titip doa untuk dapat mengunjungi (lagi) Kanjeng Nabi, serta mengulang-ulang doa & amalan istighotsah sebelum-sebelumnya, Besok SABTU, 24/01/15 jam 18.30 di rumah Athok-Eci di Perum Pesona Singhasari.

Taushiyah mini akan disampaikan oleh Anwar, yang disebut-sebut punya kisah masa lalu dengan Eci

Hesty, 23/01/2015

Selasa, 13 Januari 2015

Zarkasi Lekas Menikah, Mengapa Saya Tidak?