Istighotsah News
Ditulis sebagai undangan istighotsah, tulisan ini terlalu sayang untuk dibuang. Berisi uraian 'tema' istighotsah, undangan ini juga kerap menyentil anggota jam'iyah. Tentu tidak ada yang tersinggung. Apalagi marah. Karena sang penulis mampu membahasakan secara jenaka. Sebagai anggota jam'iyah, merasa 'eman' kalo tidak mendokumentasikannya.
Jumat, 04 Agustus 2017
Jumat, 20 Maret 2015
Dr. Soetomo : Tidak Punya Uang dan Banyak Utang adalah Anugerah-Nya
Tentang Syukur, Dr. SUTOMO adalah (staf)
ahlinya. Wakil Pembantunya Rektor 1 salah satu Universitas Islam di Kepanjen ini
berulangkali dan tak kenal lelah menganjurkan kepada para mahasiswinya tentang
pentingnya bersyukur. Bahkan, Dr. SUTOMO pun mengakronimkan namanya sebagai:
Syukur, Tobat, Moco sholawat. Amboi....indahnya...
Ajaran Syukur versi Dr Sutomo berisi 2 hal pokok:
Maka, Istighotsah BESOK LUSA, Jumat 20/02/15 jam 18.30 di Averroes adlh salah satu ekspresi mensyukuri hidup, rejeki, sehat, hutang, jomblo, pusing, dll. Doa-doa sebelumnya juga akan diulang dan diperkuat.
Rangkaian acara Istighotsah akan dimulai sejak pagi berupa Khotmil Qur'an juz 20 - 30 (juz 1 -20 akan diselesaikan oleh Dr Sutomo).
Hesty, 18/02/2015
Ajaran Syukur versi Dr Sutomo berisi 2 hal pokok:
- Khusnudhon kepada Allaah
- Segala hal yg kita alami adalah bentuk karunia-kemurahan Allaah yg wajib diterima dg rasa syukur. Luar biasaaaah....
Maka, Istighotsah BESOK LUSA, Jumat 20/02/15 jam 18.30 di Averroes adlh salah satu ekspresi mensyukuri hidup, rejeki, sehat, hutang, jomblo, pusing, dll. Doa-doa sebelumnya juga akan diulang dan diperkuat.
Rangkaian acara Istighotsah akan dimulai sejak pagi berupa Khotmil Qur'an juz 20 - 30 (juz 1 -20 akan diselesaikan oleh Dr Sutomo).
Hesty, 18/02/2015
Nasrun Yang Ingin Mengulang Masa Lalu
“Sebuah realitas mustahil tanpa konteks,” terang Habib Riri, Sang Guru
Filsafat, dlm satu sesi Pelatihan Filsafat Averroes tempo hari. Sehingga,
Lagu ‘Masa Lalu’ karya Miswan yg dipopulerkan oleh Deviana Safara (Dik
Devi) tentu sarat konteks.
Adalah Nasrun, Direktur Diskusi Reboan Averroes, mantan Pemain Suling OM Monata, yang punya kisah cinta tak seimbang di masa lalu Dik Devi, yang terputus karena Nasrun harus kuliah di Malang (AADC versi Jombang). Singkatnya, suatu saat, Nasrun ingin mengulang kisah masa lalu tersebut, meski ia tahu Dik Devi sudah memilih cinta yang lain. Namun, Dik Devi ibarat: Rana dalam SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh, juga seperti Fatin Sidqia Lubis yang ‘Memilih Setia’. Ditolaknya Nasrun, didendangkannya penolakan tersebut melalui Lagu ‘Masa Lalu’ yang pernah menghentak jagat Dangdut Koplo Indonesia. Dan, Lain ‘Masa Lalu’ Lain pula ‘Sejarah’.
Lain Nasrun Lain pula Athok. Jika Nasrun ingin mengulang masa lalu, maka Athok ingin belajar dari sejarah. Manajer Pemasaran Koran terbesar di Malang yang menggemari uklam-uklam ini akan berangkat menelusuri jejak perjalanan Ibrahim AS, Isma’il AS, hingga Rasulullaah Muhammad SAW. Athok yg dikenal rajin menimba ilmu spiritual ini bermaksud mempertebal spiritualitasnya langsung di jantung spiritualitas semesta, Makkatul Mukarromah dan Madinatul Munawaroh.
Bersama istrinya, Eci, pegiat silaturahim ini akan bersilaturahim langsung kepada Kanjeng Nabi, dan berdoa di tempat-tempat dimana doa menjadi mustajabah. Kabar-kabarnya, mereka juga punya tambahan paket bulan madu ke Macau, karena si Aulia sudah berulangkali minta adik.
Sobat, monggo hadir untuk: ngalap berkah umroh Athok-Eci, mendoakan mereka sehat selamat sukses mabrur berumroh + bulan madu, mendoakan sehat selamat sukses bagi semua, titip doa untuk dapat mengunjungi (lagi) Kanjeng Nabi, serta mengulang-ulang doa & amalan istighotsah sebelum-sebelumnya, Besok SABTU, 24/01/15 jam 18.30 di rumah Athok-Eci di Perum Pesona Singhasari.
Taushiyah mini akan disampaikan oleh Anwar, yang disebut-sebut punya kisah masa lalu dengan Eci
Hesty, 23/01/2015
Adalah Nasrun, Direktur Diskusi Reboan Averroes, mantan Pemain Suling OM Monata, yang punya kisah cinta tak seimbang di masa lalu Dik Devi, yang terputus karena Nasrun harus kuliah di Malang (AADC versi Jombang). Singkatnya, suatu saat, Nasrun ingin mengulang kisah masa lalu tersebut, meski ia tahu Dik Devi sudah memilih cinta yang lain. Namun, Dik Devi ibarat: Rana dalam SUPERNOVA: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh, juga seperti Fatin Sidqia Lubis yang ‘Memilih Setia’. Ditolaknya Nasrun, didendangkannya penolakan tersebut melalui Lagu ‘Masa Lalu’ yang pernah menghentak jagat Dangdut Koplo Indonesia. Dan, Lain ‘Masa Lalu’ Lain pula ‘Sejarah’.
Lain Nasrun Lain pula Athok. Jika Nasrun ingin mengulang masa lalu, maka Athok ingin belajar dari sejarah. Manajer Pemasaran Koran terbesar di Malang yang menggemari uklam-uklam ini akan berangkat menelusuri jejak perjalanan Ibrahim AS, Isma’il AS, hingga Rasulullaah Muhammad SAW. Athok yg dikenal rajin menimba ilmu spiritual ini bermaksud mempertebal spiritualitasnya langsung di jantung spiritualitas semesta, Makkatul Mukarromah dan Madinatul Munawaroh.
Bersama istrinya, Eci, pegiat silaturahim ini akan bersilaturahim langsung kepada Kanjeng Nabi, dan berdoa di tempat-tempat dimana doa menjadi mustajabah. Kabar-kabarnya, mereka juga punya tambahan paket bulan madu ke Macau, karena si Aulia sudah berulangkali minta adik.
Sobat, monggo hadir untuk: ngalap berkah umroh Athok-Eci, mendoakan mereka sehat selamat sukses mabrur berumroh + bulan madu, mendoakan sehat selamat sukses bagi semua, titip doa untuk dapat mengunjungi (lagi) Kanjeng Nabi, serta mengulang-ulang doa & amalan istighotsah sebelum-sebelumnya, Besok SABTU, 24/01/15 jam 18.30 di rumah Athok-Eci di Perum Pesona Singhasari.
Taushiyah mini akan disampaikan oleh Anwar, yang disebut-sebut punya kisah masa lalu dengan Eci
Hesty, 23/01/2015
Selasa, 13 Januari 2015
Zarkasi Lekas Menikah, Mengapa Saya Tidak?
Zarkasi dan Anam ibarat Nakula dan Sadewa, Si Bungsu Kembar Pandawa.
Keduanya adalah Ketua PMII Koms Brawijaya di periode yg berurutan.
Keduanya Pimpinan Redaksi Buletin Simpul Demokrasi Averroes di periode
yang berurutan. Keduanya masuk menjadi wartawan Jawa Pos di waktu yg
bersamaan, dan dipecat di waktu yg bersamaan pula. Alasan pemberhentian
mereka pun sama: dianggap kurang sehat. Selepas itu, keduanya menjadi
PNS: Zarkasi di Pemprov Jatim, Anam di Sekretariat KPU.
Sehingga, suatu ketika, keduanya bersilaturahim ke seorang Senior, sebut saja Mas Andrew Devianto, bukan nama sebenarnya, yg diyakini punya kelebihan tertentu dlm membantu orang2 yg kesulitan mendapatkan jodoh. Menurut Mas Andrew, saat itu, Zarkasi akan segera pny istri sdgkan Anam masih akan lama njomblo, karena kriteria istri yg tepat utk Anam lumayan sulit ditemui.
Dan benar, tidak lama setelah itu, Zarkasi berkenalan, berpacaran, dan menikah, sedangkan Anam masih menjadi korban tipu daya dan penelikungan asmara oleh para yuniornya sampai sekarang.
Sobat, monggo hadir BESOK JUMAT, 9/01/15 jam 19.00 di rumah Zarkasi d/a gubuk asmara BLK Wonojati 23 Jl Raya Mondoroko Singosari (utara SMKN 1 Singosari ada kantor dg gerbang besar, belok ke barat. Dari pos satpam lurus mentok-belok kiri-belok kanan-rumah no 23 cat biru) guna menjadi saksi rasa syukur Zarkasi atas keluarga bahagia yg baru dikaruniai seorang putra, juga mensyukuri anugrah mobil baru Anwar, Romi, dan Saiful, serta menyambung dan meneguhkan doa/ amalan dlm istighotsah sebelum2nya. Mini taushiyah akan disampaikan oleh Anam dg judul: Zarkasi lekas menikah, mengapa saya tidak?
Hesty
8 Januari 2015
Dalam hal asmara, nasib mereka
berdua, dulu, hampir sama: Lama menjomblo. Bukannya mrk berdua tidak
laku, tapi berbagai upaya mrk dlm menjalin asmara dg gadis2 selalu
kandas karena penelikungan yunior2 mrk (Budi, Abas, Tabah, Azis, dan
Nawi).
Sehingga, suatu ketika, keduanya bersilaturahim ke seorang Senior, sebut saja Mas Andrew Devianto, bukan nama sebenarnya, yg diyakini punya kelebihan tertentu dlm membantu orang2 yg kesulitan mendapatkan jodoh. Menurut Mas Andrew, saat itu, Zarkasi akan segera pny istri sdgkan Anam masih akan lama njomblo, karena kriteria istri yg tepat utk Anam lumayan sulit ditemui.
Dan benar, tidak lama setelah itu, Zarkasi berkenalan, berpacaran, dan menikah, sedangkan Anam masih menjadi korban tipu daya dan penelikungan asmara oleh para yuniornya sampai sekarang.
Sobat, monggo hadir BESOK JUMAT, 9/01/15 jam 19.00 di rumah Zarkasi d/a gubuk asmara BLK Wonojati 23 Jl Raya Mondoroko Singosari (utara SMKN 1 Singosari ada kantor dg gerbang besar, belok ke barat. Dari pos satpam lurus mentok-belok kiri-belok kanan-rumah no 23 cat biru) guna menjadi saksi rasa syukur Zarkasi atas keluarga bahagia yg baru dikaruniai seorang putra, juga mensyukuri anugrah mobil baru Anwar, Romi, dan Saiful, serta menyambung dan meneguhkan doa/ amalan dlm istighotsah sebelum2nya. Mini taushiyah akan disampaikan oleh Anam dg judul: Zarkasi lekas menikah, mengapa saya tidak?
Hesty
8 Januari 2015
Rabu, 03 Desember 2014
Ke mBALI bersama keluarga
Bro, mau tau nggak hebohnya IKAPMII Malang? Setelah sukses menggelar
Family Gathering di Batu, kini IKAPMII Malang akan Tour de Bali di ujung
tahun ini. Wow Keereenn....
Dipilihnya Bali ini sama sekali tidak berkaitan dg Munas Partai Golkar, meski bbrp pihak berusaha mengait-ngaitkannya (pssstt...kabarnya, di Bali nanti, akan ada yg berusaha mengkonsolidasi dukungan bagi suksesi PC IKAPMII Malang tahun depan) . Tidak juga utk menyusul Bung Toms yg seminggu sebelumnya liburan rutin di Bali bersama istri pertamanya. Tdk semata-mata juga utk mengantar Cak Tabah dan Mas Hadi yg seumur-umur belum pernah ke Bali (kasihaaann..). Tapi, Bali dipilih karena alasan filosofis-religius yg mendalam.
Dengan ke mBali bersama keluarga dan sahabat (keluarga besar), diharapkan akan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allaah SWT, dan menambah kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW. Agak nggak nyambung sih, tapi akan sangat nyambung jika dijelaskan oleh ahlinya.
Karenanya Sahabat, monggo hadir dlm Istighotsah Besok Jumat 28/11/14 pkl 18.30 di Averroes d/a Perum D'Wiga Blok A3-12 Malang utk mendoakan Tour de Bali sukses dunia akhirat, memohon sehat selamat sukses dunia akhirat bagi kita dan semuanya, serta menyambung doa-doa istighotsah sebelumnya. Mini taushiyah tentang Tour de Bali sebagai jalan ibadah akan disampaikan oleh Habib Riri dari Madiun.
Hesty
26 November 2014
Dipilihnya Bali ini sama sekali tidak berkaitan dg Munas Partai Golkar, meski bbrp pihak berusaha mengait-ngaitkannya (pssstt...kabarnya, di Bali nanti, akan ada yg berusaha mengkonsolidasi dukungan bagi suksesi PC IKAPMII Malang tahun depan) . Tidak juga utk menyusul Bung Toms yg seminggu sebelumnya liburan rutin di Bali bersama istri pertamanya. Tdk semata-mata juga utk mengantar Cak Tabah dan Mas Hadi yg seumur-umur belum pernah ke Bali (kasihaaann..). Tapi, Bali dipilih karena alasan filosofis-religius yg mendalam.
Dengan ke mBali bersama keluarga dan sahabat (keluarga besar), diharapkan akan meningkatkan iman dan taqwa kepada Allaah SWT, dan menambah kecintaan kepada Baginda Rasulullah SAW. Agak nggak nyambung sih, tapi akan sangat nyambung jika dijelaskan oleh ahlinya.
Karenanya Sahabat, monggo hadir dlm Istighotsah Besok Jumat 28/11/14 pkl 18.30 di Averroes d/a Perum D'Wiga Blok A3-12 Malang utk mendoakan Tour de Bali sukses dunia akhirat, memohon sehat selamat sukses dunia akhirat bagi kita dan semuanya, serta menyambung doa-doa istighotsah sebelumnya. Mini taushiyah tentang Tour de Bali sebagai jalan ibadah akan disampaikan oleh Habib Riri dari Madiun.
Hesty
26 November 2014
Minggu, 26 Oktober 2014
Minta Hujan
Ya Allah, terserah Sampeyan mau segera turunkan hujan atau tidak. Saya manut. Kendati, saya akan lebih bahagia jika hujan segera Sampeyan turunkan.
Sampeyan pasti tahu bahwa bukan hanya saya yang akan senang jika hujan segera turun. Ada Bapak mertua, Pak Yan, Pak Him, Pak Roji, Pak Haji Umar yang akan sangat senang karena padi mereka akan segera terairi. Dan puluhan hektar kebun Cak Bikin yang akan basah oleh air pasti akan membuatnya senang. Juga, para petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang yang sedang menggarap Taman Kota dekat Perumahan D’Wiga pasti juga akan senang dengan turunnya hujan. Karena, mereka tidak perlu bersusah payah membasahi tanaman pohon dan bunga yang baru saja mereka tanam untuk mempercantik Taman Kota itu. Serta si Nawi yang akan punya lebih banyak alasan setiap hari untuk telat datang ke kantor DRD.
Dengan pengetahuan Sampeyan yang Mahaluas, pastinya Sampeyan tahu siapa-siapa saja yang mendambakan turunnya hujan.
Tapi, saya percaya bahwa Sampeyan juga tahu siapa-siapa saja makhluk yang akan susah jika hujan turun dengan segera. Yu Kana, pembuat krupuk singkong pasti akan segera menghentikan produksinya karena tidak dapat menjemur bahan krupuk. Hujan pasti juga akan mengurangi penghasilan para pedagang makanan dan mainan di sekitar Madrasah di depan rumah. Juga Heryanto yang akan kian sering misuh-misuh karena pakaian necis-nya basah dan kotor terkena percikan air hujan setiap kali berangkat ke kantor. Padahal, dia butuh kelihatan keren di depan calon pramugari yang sedang diincarnya. Serta Pak Rifai yang harus mengelap bersih si Kijang setiap sore sebelum dikandangkan.
Dengan pengetahuan Sampeyan yang Mahaluas, pastinya Sampeyan tahu siapa-siapa saja yang tidak bahagia dengan turunnya hujan.
Terserah Sampeyan, Gusti, mau menurunkan atau tidak menurunkan hujan dengan hitungan voting atas makhluk Sampeyan yang suka dan tidak suka hujan turun dengan segera. Atau Sampeyan punya pertimbangan sendiri. Terserah Sampeyan. Saya manut karena semuanya pasti untuk kebaikan kami semua, makhluk Sampeyan.
Hanya saja, saya senang jika hujan turun dengan segera.
Hesty
4 Oktober 2014
Sampeyan pasti tahu bahwa bukan hanya saya yang akan senang jika hujan segera turun. Ada Bapak mertua, Pak Yan, Pak Him, Pak Roji, Pak Haji Umar yang akan sangat senang karena padi mereka akan segera terairi. Dan puluhan hektar kebun Cak Bikin yang akan basah oleh air pasti akan membuatnya senang. Juga, para petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang yang sedang menggarap Taman Kota dekat Perumahan D’Wiga pasti juga akan senang dengan turunnya hujan. Karena, mereka tidak perlu bersusah payah membasahi tanaman pohon dan bunga yang baru saja mereka tanam untuk mempercantik Taman Kota itu. Serta si Nawi yang akan punya lebih banyak alasan setiap hari untuk telat datang ke kantor DRD.
Dengan pengetahuan Sampeyan yang Mahaluas, pastinya Sampeyan tahu siapa-siapa saja yang mendambakan turunnya hujan.
Tapi, saya percaya bahwa Sampeyan juga tahu siapa-siapa saja makhluk yang akan susah jika hujan turun dengan segera. Yu Kana, pembuat krupuk singkong pasti akan segera menghentikan produksinya karena tidak dapat menjemur bahan krupuk. Hujan pasti juga akan mengurangi penghasilan para pedagang makanan dan mainan di sekitar Madrasah di depan rumah. Juga Heryanto yang akan kian sering misuh-misuh karena pakaian necis-nya basah dan kotor terkena percikan air hujan setiap kali berangkat ke kantor. Padahal, dia butuh kelihatan keren di depan calon pramugari yang sedang diincarnya. Serta Pak Rifai yang harus mengelap bersih si Kijang setiap sore sebelum dikandangkan.
Dengan pengetahuan Sampeyan yang Mahaluas, pastinya Sampeyan tahu siapa-siapa saja yang tidak bahagia dengan turunnya hujan.
Terserah Sampeyan, Gusti, mau menurunkan atau tidak menurunkan hujan dengan hitungan voting atas makhluk Sampeyan yang suka dan tidak suka hujan turun dengan segera. Atau Sampeyan punya pertimbangan sendiri. Terserah Sampeyan. Saya manut karena semuanya pasti untuk kebaikan kami semua, makhluk Sampeyan.
Hanya saja, saya senang jika hujan turun dengan segera.
Hesty
4 Oktober 2014
Nisfu Sya'ban di Macau
Assalaamualaikum semua ...
Sorry
ya bro, judulnya kelewat lebay ... tapi tidak apa2 saya teruskan dulu,
siapa tahu nanti bisa ganti judul. Oh ya tulisan saya ini agak panjang,
jadi sebaiknya tidak baca pas lagi sibuk, nemui tamu etc (tapi tidak
harus dibaca juga kalee, karena saya berniat iseng apalagi lama tidak
menulis, biar lancar menulis lagi hehe, ya iseng2 daripada membaca black
campign yang malah bikin pusing).
Alkisah, dulu saya adalah anak yang amat bandel. Salah satunya kerap mengabaikan nasihat orang tua. Kini di masa menginjak dewasa, saya ingin menebus dosa2 tersebut dengan mulai belajar taat kepada orang tua, belajar menjadi anak penurut. Salah satunya soal nisfu syaban (NS) yang ingin saya kisahkan, sebuah malam yang begitu diyakini oleh orang tua saya sebagai malam malaikat setor laporan dan akan bikin report baru. Saya tahu ada banyak kontroversi. Tapi saya tidak ingin membahas masalah itu.
Saya mengenal malam NS itu pun setelah berkeluarga. Dulu2nya tidak begitu ngerti juga. Orang tua saya menganjurkan untuk membaca 3x Surat Yasin untuk rizki, panjang umur dan iman. Saya ingin menaati perintah orang tua, no discuss. Saya ingin apa yang menjadi keyakinan mereka juga akan merasuk menjadi keyakinan saya dan keluarga.
# Malam NS di Kampung Halaman 2010
Ada tradisi baru, entah siapa yang pertama kali menggagas, di kampung saya tentang malam NS ini. Menjelang malam tsb orang kampung semenjak sore sudah menggelar tikar2 di depan rumah masing2. Tidak ada karpet apalagi permadani. Sudah disiapkan sound system dan beberapa perangkat. Setelah sholat maghrib berjamaah di masjid dan di surau, mereka berkumpul kembali di depan rumahnya masing2, ada yg membawa buku kecil ada yang tidak.
Alkisah, dulu saya adalah anak yang amat bandel. Salah satunya kerap mengabaikan nasihat orang tua. Kini di masa menginjak dewasa, saya ingin menebus dosa2 tersebut dengan mulai belajar taat kepada orang tua, belajar menjadi anak penurut. Salah satunya soal nisfu syaban (NS) yang ingin saya kisahkan, sebuah malam yang begitu diyakini oleh orang tua saya sebagai malam malaikat setor laporan dan akan bikin report baru. Saya tahu ada banyak kontroversi. Tapi saya tidak ingin membahas masalah itu.
Saya mengenal malam NS itu pun setelah berkeluarga. Dulu2nya tidak begitu ngerti juga. Orang tua saya menganjurkan untuk membaca 3x Surat Yasin untuk rizki, panjang umur dan iman. Saya ingin menaati perintah orang tua, no discuss. Saya ingin apa yang menjadi keyakinan mereka juga akan merasuk menjadi keyakinan saya dan keluarga.
# Malam NS di Kampung Halaman 2010
Ada tradisi baru, entah siapa yang pertama kali menggagas, di kampung saya tentang malam NS ini. Menjelang malam tsb orang kampung semenjak sore sudah menggelar tikar2 di depan rumah masing2. Tidak ada karpet apalagi permadani. Sudah disiapkan sound system dan beberapa perangkat. Setelah sholat maghrib berjamaah di masjid dan di surau, mereka berkumpul kembali di depan rumahnya masing2, ada yg membawa buku kecil ada yang tidak.
Ya
mereka mau memperingati malam tersebut
dengan membaca Yasin 3x. Ramai sekali dan guyub. Setelah itu Pak Yai
menangkat microphone dan memulai berdoa untuk Yasin pertama, kedua dan
ketiga. Saya bersyukur telah mengalami situasi tersebut dan menyadari
betapa semarak orang kampung meyakini malam NS sebagai sebuah kekhasan
tersendiri.
Konon
kabarnya, sekarang sih tidak selalu berada di pelataran rumah,
melainkan di masjid atau mushollah. Baru saya tahu kalau malam NS saya
2010 itu disambung dengan shalat istisqo' lantaran hujan tak kunjung
datang,
oh makanya jadi berdo'a di luaran, di tiker2 yang lusuh ... Itu saja
kisahnya, tapi dari situ kisah2 berikutnya berlanjut.
# Malam NS di Averroes 2011
Atas kemeriahan malam NS itu saya mengusulkan kepada Pak Yai Romdlon untuk menggelar Yasin 3x sebagai pengganti istighotsah. Pak Yai setuju. Tidak ada yang istimewa pada peringatan tersebut, khususnya karena saya sendiri sudah lupa siapa saja yang hadir, hanya bisa mengira2 saja.
# Malam NS di Averroes 2011
Atas kemeriahan malam NS itu saya mengusulkan kepada Pak Yai Romdlon untuk menggelar Yasin 3x sebagai pengganti istighotsah. Pak Yai setuju. Tidak ada yang istimewa pada peringatan tersebut, khususnya karena saya sendiri sudah lupa siapa saja yang hadir, hanya bisa mengira2 saja.
Tapi
yang bisa dicatat, (1) bahwa peringatan bersama2 itu sekiranya belum
berlanjut hingga sekarang, saya sendiri tidak lagi mengusulkan
memperingatinya khawatir malah jadi debat kusir (2) Ibu saya berkali2
mengingatkan by phone agar tidak melupakan malam yang satu itu. Malam
itu, di karpet lusuh warna hijau dan biru milik Ave kami ber NS an.
# Malam NS di Tunggul Wulung 2012
Siang menjelang malam NS 2012, ibu saya berkali2 menelepon saya agar tidak "beracara" macam2 khususnya paska Maghrib menjelang Isya'. Beliau ingin mengingatkan betapa penting malam itu untuk saya dan keluarga harus membaca Yasin 3x. It's no problem.
# Malam NS di Tunggul Wulung 2012
Siang menjelang malam NS 2012, ibu saya berkali2 menelepon saya agar tidak "beracara" macam2 khususnya paska Maghrib menjelang Isya'. Beliau ingin mengingatkan betapa penting malam itu untuk saya dan keluarga harus membaca Yasin 3x. It's no problem.
Saya
dan keluarga pun menjalankan perintah itu dengan semangat, setidaknya
semangat seperti yang diyakini ibu saya. Lancar tanpa gangguan berarti.
Malam itu di atas kursi tamu yang sudah berumur hasil sedekah seorang
senior PMII, kami ber NS an bersama keluarga.
# Malam NS di Macau, Cina 2013
Saya dapat kesempatan berlibur di Cina, di 3 negara: Hongkong, Shenzen dan Macau. Sebelum saya berangkat, pesan ibu saya hanya satu. Bukan soal hebatnya akan berlibur ke negeri seberang dst, tapi karena di masa liburan itu terdapat malam NS. Berkali2 beliau mengingatkan agar saya jangan lupa dan menyuruh saya untuk membawa Majmuk Syarif agar doa di setiap Yasin bisa saya baca nanti pasa malam NS. Iya, beres, ujar saya. Ironisnya kitab Majmuk serbaguna itu justru ketinggalan. Untunglah di HP Nokia ku yang jelek itu terinstall aplikasi surat Yasin dg huruf sangat kecil. Tapi alhamdulillah sudah cukup untuk menjadi penuntun membaca Yasin.
Malam NS saat itu jatuh ketika saya sedang berada di Macau. Macau adalah daerah kuno yang memiliki luas sekitar 29.5 km² dan berpenduduk setengah juta jiwa. Daerah ini sudah ada sejak abad XV. Macau memiliki gereja lebih banyak dari Vatikan, tempat wisatanya kebanyakan menyajikan arsitektur peninggalan Portugis (yang menjajah hampir 400 tahun sebelum diambil kembali oleh Cina). Banyak TKI kita di sana, dan kalau dia bekerja menjadi pelayan toko, belilah di sana, Anda akan diberi diskon!
Macau dikenal sebagai sebuah negara kecil Eropa di Asia. Ada banyak hotel mewah, Sands, Galaxy, dan Venetian. Hotel Venetian Resort sendiri memiliki 3.000 kamar. Nuansa Eropa sangat terasa di hotel ini. Dibangun di atas lahan seluas 97,5 hektare, salah satu hotel terbesar di Asia itu menghadirkan nuansa Venesia, kota seribu kanal di Itali. Dikenal sebagai kawasan judi terbesar sekelas Las Vegas, bahkan orang2 Macau kini pun percaya ada banyak penjudi kawakan Las Vegas yang sudah pindah ke Macau.
# Malam NS di Macau, Cina 2013
Saya dapat kesempatan berlibur di Cina, di 3 negara: Hongkong, Shenzen dan Macau. Sebelum saya berangkat, pesan ibu saya hanya satu. Bukan soal hebatnya akan berlibur ke negeri seberang dst, tapi karena di masa liburan itu terdapat malam NS. Berkali2 beliau mengingatkan agar saya jangan lupa dan menyuruh saya untuk membawa Majmuk Syarif agar doa di setiap Yasin bisa saya baca nanti pasa malam NS. Iya, beres, ujar saya. Ironisnya kitab Majmuk serbaguna itu justru ketinggalan. Untunglah di HP Nokia ku yang jelek itu terinstall aplikasi surat Yasin dg huruf sangat kecil. Tapi alhamdulillah sudah cukup untuk menjadi penuntun membaca Yasin.
Malam NS saat itu jatuh ketika saya sedang berada di Macau. Macau adalah daerah kuno yang memiliki luas sekitar 29.5 km² dan berpenduduk setengah juta jiwa. Daerah ini sudah ada sejak abad XV. Macau memiliki gereja lebih banyak dari Vatikan, tempat wisatanya kebanyakan menyajikan arsitektur peninggalan Portugis (yang menjajah hampir 400 tahun sebelum diambil kembali oleh Cina). Banyak TKI kita di sana, dan kalau dia bekerja menjadi pelayan toko, belilah di sana, Anda akan diberi diskon!
Macau dikenal sebagai sebuah negara kecil Eropa di Asia. Ada banyak hotel mewah, Sands, Galaxy, dan Venetian. Hotel Venetian Resort sendiri memiliki 3.000 kamar. Nuansa Eropa sangat terasa di hotel ini. Dibangun di atas lahan seluas 97,5 hektare, salah satu hotel terbesar di Asia itu menghadirkan nuansa Venesia, kota seribu kanal di Itali. Dikenal sebagai kawasan judi terbesar sekelas Las Vegas, bahkan orang2 Macau kini pun percaya ada banyak penjudi kawakan Las Vegas yang sudah pindah ke Macau.
Di
sini saya sempat pula memasuki salah satu hotel milik Jackie Chan
(Hotel Grand Emperor) yang di dalamnya juga merupakan kawasan perjudian
milik Bang Jackie. Jackie di sana dikenal bukanlah seorang artis saja,
tapi merupakan tokoh masyarakat dan pengusaha kelas wahid yang disegani.
Menurut guide tour kami, inilah sebuah negara yang APBN nya terbesar
merupakan sumbangan dari rumah2 judi, dan menjadi sebuah kota yang indah
dan bersih hehe --dalam mana sekitar 10-15 tahun lalu hanyalah
merupakan rawa2, tanah tandus dan tak sepotong tanaman pun bisa ditanam
di sini.
Di Macau ada beberapa rutinitas, seperti acara Prosesi Lady Fatima. Acara ini adalah prosesi tahunan umat dari Gereja S. Domingos (saya mengunjunginya, dan selain asyik motret Gereja, juga syik motret dan menghitung deretan mobile Peugeot di depannya) sampai dengan Kapel Penha dimana misa terbuka diadakan. Kegiatan ini secara rutin diadakan untuk memperingati keajaiban Fatima di Portugal pada tahun 1917. Ada pula Festival Perahu Naga (Festival Tun Ng). Festival Cina kuno ini adalah untuk memperingati penyair heroik Wat Yuen yang memprotes korupsi dengan menenggelamkan diri sendiri. Ada balapan Perahu Naga yang terkenal dan bertempat di Danau Nam Van.
Malam NS di Macau memang cukup berkesan. Saya berkesempatan menginap di Hotel Bintang 5 terbaik di negeri judi itu, The Venetian Hotel, hotel yang mengadaptasi Kota Venesia yang penuh dengan sungai/kanal. Begitu pula di dalam hotel, ada banyak sungai beserta Gondola2 nya dan nyanyian2 khas Italia. Saya sekali saya tidak berkesempatan naik Gondola. Di samping karena sang istri tercinta tidak ikut (jadi nggak bisa mesra2-an gitu, harga sewa naik perahunya juga mahal amat. Hampir sejuta selama beberpa menit diiringi tukang gondola yang nyanyi2.
Di Macau ada beberapa rutinitas, seperti acara Prosesi Lady Fatima. Acara ini adalah prosesi tahunan umat dari Gereja S. Domingos (saya mengunjunginya, dan selain asyik motret Gereja, juga syik motret dan menghitung deretan mobile Peugeot di depannya) sampai dengan Kapel Penha dimana misa terbuka diadakan. Kegiatan ini secara rutin diadakan untuk memperingati keajaiban Fatima di Portugal pada tahun 1917. Ada pula Festival Perahu Naga (Festival Tun Ng). Festival Cina kuno ini adalah untuk memperingati penyair heroik Wat Yuen yang memprotes korupsi dengan menenggelamkan diri sendiri. Ada balapan Perahu Naga yang terkenal dan bertempat di Danau Nam Van.
Malam NS di Macau memang cukup berkesan. Saya berkesempatan menginap di Hotel Bintang 5 terbaik di negeri judi itu, The Venetian Hotel, hotel yang mengadaptasi Kota Venesia yang penuh dengan sungai/kanal. Begitu pula di dalam hotel, ada banyak sungai beserta Gondola2 nya dan nyanyian2 khas Italia. Saya sekali saya tidak berkesempatan naik Gondola. Di samping karena sang istri tercinta tidak ikut (jadi nggak bisa mesra2-an gitu, harga sewa naik perahunya juga mahal amat. Hampir sejuta selama beberpa menit diiringi tukang gondola yang nyanyi2.
The
Venetian Macau-Resort-Hotel merupakan salah satu hotel paling megah dan
mewah di sini. Kamar tempat saya meninap luasnya hampir 80 meter
persegi, jadi lebih
luas daripada Hall Averroes sebelah kanan Musholla yang sedang dibangun
sekarang. Hotel bergaya arsitektur Venetian ini dilengkapi dengan
fasilitas yang lengkap, hanya berjarak 5 menitan dari Macau
International Airport. Anda tinggal melewati ferry terminal yang baru
dan jembatan Lotus Flower (terlihat dari hotel) untuk mencapainya.
Yang cukup terkenal di dalam kamar2 di Venetian adalah bahwa semua tipe kamar sangat luas dan di dekor dengan nuansa modern dan sangat berkelas. Tersedia berbagai macam pilihan kamar mulai dari Royale Suite, Bella Suite serta Rialto Suites. Voilaaaa saya berkesempatan mencicipi yang Royal, walau hanya semalam. Harga sewa per kamarnya cukup dipakai untuk beli laptop 2 biji.
Di Royal Suite Room ini tikernya sudah tidak lusuh lagi, tapi dilapisi permadani yang sangat empuk (sekitar 5-10 cm ketebalan bulu2nya). Di sinilah, saya membaca Yasin 3x. Di dalam kesunyian kamar, di dalam mana di luar dikelilingi oleh para penjudi "Las Vegas" yang sedang mempertaruhkan kehidupannya. (Penjudi Indonesia juga tak kalah banyaknya, konon kabarnya banyak juga pejabat yang berlibur ke sini menghabiskan waktunya untuk berjudi ... weleh)
Saya tidak tahu kapan Maghrib kapan Isya'. Saya hanya menandai ketika hari sudah gelap. Setelah capek berkeliling di mesin2 judi di lantai bawah, saya naik lagi ke kamar dan membaca surat Yasin. Baca 3x dengan doa yang saya karang2 sendiri. Alhamdulillah beres.
# Malam NS di Masjid Jami' Malang 2014
Ini adalah zaman Blackberry, zaman Facebook di mana orang bisa berekspresi dalam status2nya. Semenjak pagi saya sudah mendapatkan puluhan broadcast yang mengingatkan soal Malam NS. Macam2 isinya, mulai dari yang serius hingga asal BC. Siangnya baru ibu saya menanyakan by phone apakah saya lupa atau tidak soal NS. Saya bilang, "beres, siap, kerjakan!".
Pekerjaan saya yang kini banyak berhubungan dengan perusahaan ekspedisi seperti JNE dan Kantor Pos membuat saya berencana bermalam NS-an di Masjid Jami' Malang. Saya ada jadwal ke Kantor Pos sore itu. Lalu saya ajak juga anak istri untuk ikut serta, dan bermalam NS-an di Masjid Jami'. Karena terlambat, saya kehilangan kesempatan membaca secara berjamaah pada 1x Yasin pertama. Masuk masjid, shalat maghrib dan mengeluarkan Samsung Android andalan yang sudah terinstall Yasin Tahlil.
Suasana masjid sudah penuh sesak layaknya Jumat-an, meluber sampai pintu terdepan. Rupanya mereka semua berniat berjamaah Yasin dalam NS kali ini. Saya duduk mencari tiang agar bisa bersandar dengan nyaman. Mulailah pelan2 Yasin dibaca sampai do'a terakhir.
Momentum di Masjid Jami' kali ini cukup mengesankan karena beberapa hal. Pertama saya mengingat membaca Yasin di Macau dalam hal karpetnya. Karpet Masjid Alun2 ini sudah sangat2 bagus dan se-empuk ketika saya membaca di Venetian Hotel. Jadi ingat di sono hehe. Kedua, ketika doa terakhir dipanjatkan, secara tak sadar mata saya tersadar bahwa orang yang duduk persis di persilaan saya adalah sesosok manusia yang saya kenal betul. Dia adalah salah seorang aktivis Averroes Community. Dulunya saya kira dia agak berangasan. Lho kok? Iya, dia sudah duduk di sana mulai menjelang Maghrib ... Ya Salam ... saya bertemu teman seperjuangan yang saat itu memang sengaja datang ke Masjid Jami' untuk niat bermalam NS-an hehe. Siapakah dia? Silakan ditebak!
***
Ya bro, itulah kisah2 saya dalam bermalam NS-an. Semoga catatan ini bermanfaat bagi saya sebagai bagian dari pembelajaran taat kepada orang tua. Di masa seperti sekarang, saya ingin lebih ekstrim lagi untuk meyakini bahwa orangtua kita, bapak/ibu haruslah ditaati sepanjang itu adalah perintah2 yang secara nalar sesuatu yang baik. Tidak perlu membantah apapun yang dia katakan, karena hemat saya pasti itu saran yang baik. Menurut pandangan ekstrim saya, semua perintahnya adalah jalan menuju keberkahan. (Dulu ada penjudi di Averroes yang tidak sengaja memanipulasi doa ibunya meminta keberkahan, eh ternyata bolak balik dia menang hehe just joke).
Tapi itu untuk diri saya sendiri dan keluarga ya bro. Bro dan sis tidak selalu bertemu dengan situasi demikian. Yg penting, tetaplah menjaga komunikasi harmonis dengan mereka, berkelakar, menghibur, melucu, dan buatlah mereka bergembira selalu. Sampaikan kepada mereka situasi kita baik-baik saja di sini, tidak ada hutang, ekonomi makmur (hehe), hidup baik2 dan carilah doa2 tertulus dari mereka, dan yakinilah itu adalah jalan Tuhan untuk mencapai kebaikan. Jangan lupa kalau ada kelebihan rejeki, bagilah kepada mereka. Do'anya aduh dahsyatnya minta ampun ...
So mari kita kirim Fatihah kepada mereka, baik yang masih gesang maupun sudah kapundhut ... biar mereka menjadi jalan surga bagi kita semua. Amin
Mohon maaf, dan terimakasih sudah sibuk membaca tulisan kacau ini ...
Saiful Arif
Yang cukup terkenal di dalam kamar2 di Venetian adalah bahwa semua tipe kamar sangat luas dan di dekor dengan nuansa modern dan sangat berkelas. Tersedia berbagai macam pilihan kamar mulai dari Royale Suite, Bella Suite serta Rialto Suites. Voilaaaa saya berkesempatan mencicipi yang Royal, walau hanya semalam. Harga sewa per kamarnya cukup dipakai untuk beli laptop 2 biji.
Di Royal Suite Room ini tikernya sudah tidak lusuh lagi, tapi dilapisi permadani yang sangat empuk (sekitar 5-10 cm ketebalan bulu2nya). Di sinilah, saya membaca Yasin 3x. Di dalam kesunyian kamar, di dalam mana di luar dikelilingi oleh para penjudi "Las Vegas" yang sedang mempertaruhkan kehidupannya. (Penjudi Indonesia juga tak kalah banyaknya, konon kabarnya banyak juga pejabat yang berlibur ke sini menghabiskan waktunya untuk berjudi ... weleh)
Saya tidak tahu kapan Maghrib kapan Isya'. Saya hanya menandai ketika hari sudah gelap. Setelah capek berkeliling di mesin2 judi di lantai bawah, saya naik lagi ke kamar dan membaca surat Yasin. Baca 3x dengan doa yang saya karang2 sendiri. Alhamdulillah beres.
# Malam NS di Masjid Jami' Malang 2014
Ini adalah zaman Blackberry, zaman Facebook di mana orang bisa berekspresi dalam status2nya. Semenjak pagi saya sudah mendapatkan puluhan broadcast yang mengingatkan soal Malam NS. Macam2 isinya, mulai dari yang serius hingga asal BC. Siangnya baru ibu saya menanyakan by phone apakah saya lupa atau tidak soal NS. Saya bilang, "beres, siap, kerjakan!".
Pekerjaan saya yang kini banyak berhubungan dengan perusahaan ekspedisi seperti JNE dan Kantor Pos membuat saya berencana bermalam NS-an di Masjid Jami' Malang. Saya ada jadwal ke Kantor Pos sore itu. Lalu saya ajak juga anak istri untuk ikut serta, dan bermalam NS-an di Masjid Jami'. Karena terlambat, saya kehilangan kesempatan membaca secara berjamaah pada 1x Yasin pertama. Masuk masjid, shalat maghrib dan mengeluarkan Samsung Android andalan yang sudah terinstall Yasin Tahlil.
Suasana masjid sudah penuh sesak layaknya Jumat-an, meluber sampai pintu terdepan. Rupanya mereka semua berniat berjamaah Yasin dalam NS kali ini. Saya duduk mencari tiang agar bisa bersandar dengan nyaman. Mulailah pelan2 Yasin dibaca sampai do'a terakhir.
Momentum di Masjid Jami' kali ini cukup mengesankan karena beberapa hal. Pertama saya mengingat membaca Yasin di Macau dalam hal karpetnya. Karpet Masjid Alun2 ini sudah sangat2 bagus dan se-empuk ketika saya membaca di Venetian Hotel. Jadi ingat di sono hehe. Kedua, ketika doa terakhir dipanjatkan, secara tak sadar mata saya tersadar bahwa orang yang duduk persis di persilaan saya adalah sesosok manusia yang saya kenal betul. Dia adalah salah seorang aktivis Averroes Community. Dulunya saya kira dia agak berangasan. Lho kok? Iya, dia sudah duduk di sana mulai menjelang Maghrib ... Ya Salam ... saya bertemu teman seperjuangan yang saat itu memang sengaja datang ke Masjid Jami' untuk niat bermalam NS-an hehe. Siapakah dia? Silakan ditebak!
***
Ya bro, itulah kisah2 saya dalam bermalam NS-an. Semoga catatan ini bermanfaat bagi saya sebagai bagian dari pembelajaran taat kepada orang tua. Di masa seperti sekarang, saya ingin lebih ekstrim lagi untuk meyakini bahwa orangtua kita, bapak/ibu haruslah ditaati sepanjang itu adalah perintah2 yang secara nalar sesuatu yang baik. Tidak perlu membantah apapun yang dia katakan, karena hemat saya pasti itu saran yang baik. Menurut pandangan ekstrim saya, semua perintahnya adalah jalan menuju keberkahan. (Dulu ada penjudi di Averroes yang tidak sengaja memanipulasi doa ibunya meminta keberkahan, eh ternyata bolak balik dia menang hehe just joke).
Tapi itu untuk diri saya sendiri dan keluarga ya bro. Bro dan sis tidak selalu bertemu dengan situasi demikian. Yg penting, tetaplah menjaga komunikasi harmonis dengan mereka, berkelakar, menghibur, melucu, dan buatlah mereka bergembira selalu. Sampaikan kepada mereka situasi kita baik-baik saja di sini, tidak ada hutang, ekonomi makmur (hehe), hidup baik2 dan carilah doa2 tertulus dari mereka, dan yakinilah itu adalah jalan Tuhan untuk mencapai kebaikan. Jangan lupa kalau ada kelebihan rejeki, bagilah kepada mereka. Do'anya aduh dahsyatnya minta ampun ...
So mari kita kirim Fatihah kepada mereka, baik yang masih gesang maupun sudah kapundhut ... biar mereka menjadi jalan surga bagi kita semua. Amin
Mohon maaf, dan terimakasih sudah sibuk membaca tulisan kacau ini ...
Saiful Arif
29 Juni 2014
Langganan:
Postingan (Atom)