Assalaamualaikum semua ...
Sorry
ya bro, judulnya kelewat lebay ... tapi tidak apa2 saya teruskan dulu,
siapa tahu nanti bisa ganti judul. Oh ya tulisan saya ini agak panjang,
jadi sebaiknya tidak baca pas lagi sibuk, nemui tamu etc (tapi tidak
harus dibaca juga kalee, karena saya berniat iseng apalagi lama tidak
menulis, biar lancar menulis lagi hehe, ya iseng2 daripada membaca black
campign yang malah bikin pusing).
Alkisah, dulu saya adalah anak yang amat bandel. Salah satunya kerap mengabaikan nasihat orang tua. Kini di masa menginjak dewasa, saya ingin menebus dosa2 tersebut dengan mulai belajar taat kepada orang tua, belajar menjadi anak penurut. Salah satunya soal nisfu syaban (NS) yang ingin saya kisahkan, sebuah malam yang begitu diyakini oleh orang tua saya sebagai malam malaikat setor laporan dan akan bikin report baru. Saya tahu ada banyak kontroversi. Tapi saya tidak ingin membahas masalah itu.
Saya mengenal malam NS itu pun setelah berkeluarga. Dulu2nya tidak begitu ngerti juga. Orang tua saya menganjurkan untuk membaca 3x Surat Yasin untuk rizki, panjang umur dan iman. Saya ingin menaati perintah orang tua, no discuss. Saya ingin apa yang menjadi keyakinan mereka juga akan merasuk menjadi keyakinan saya dan keluarga.
# Malam NS di Kampung Halaman 2010
Ada tradisi baru, entah siapa yang pertama kali menggagas, di kampung saya tentang malam NS ini. Menjelang malam tsb orang kampung semenjak sore sudah menggelar tikar2 di depan rumah masing2. Tidak ada karpet apalagi permadani. Sudah disiapkan sound system dan beberapa perangkat. Setelah sholat maghrib berjamaah di masjid dan di surau, mereka berkumpul kembali di depan rumahnya masing2, ada yg membawa buku kecil ada yang tidak.
Alkisah, dulu saya adalah anak yang amat bandel. Salah satunya kerap mengabaikan nasihat orang tua. Kini di masa menginjak dewasa, saya ingin menebus dosa2 tersebut dengan mulai belajar taat kepada orang tua, belajar menjadi anak penurut. Salah satunya soal nisfu syaban (NS) yang ingin saya kisahkan, sebuah malam yang begitu diyakini oleh orang tua saya sebagai malam malaikat setor laporan dan akan bikin report baru. Saya tahu ada banyak kontroversi. Tapi saya tidak ingin membahas masalah itu.
Saya mengenal malam NS itu pun setelah berkeluarga. Dulu2nya tidak begitu ngerti juga. Orang tua saya menganjurkan untuk membaca 3x Surat Yasin untuk rizki, panjang umur dan iman. Saya ingin menaati perintah orang tua, no discuss. Saya ingin apa yang menjadi keyakinan mereka juga akan merasuk menjadi keyakinan saya dan keluarga.
# Malam NS di Kampung Halaman 2010
Ada tradisi baru, entah siapa yang pertama kali menggagas, di kampung saya tentang malam NS ini. Menjelang malam tsb orang kampung semenjak sore sudah menggelar tikar2 di depan rumah masing2. Tidak ada karpet apalagi permadani. Sudah disiapkan sound system dan beberapa perangkat. Setelah sholat maghrib berjamaah di masjid dan di surau, mereka berkumpul kembali di depan rumahnya masing2, ada yg membawa buku kecil ada yang tidak.
Ya
mereka mau memperingati malam tersebut
dengan membaca Yasin 3x. Ramai sekali dan guyub. Setelah itu Pak Yai
menangkat microphone dan memulai berdoa untuk Yasin pertama, kedua dan
ketiga. Saya bersyukur telah mengalami situasi tersebut dan menyadari
betapa semarak orang kampung meyakini malam NS sebagai sebuah kekhasan
tersendiri.
Konon
kabarnya, sekarang sih tidak selalu berada di pelataran rumah,
melainkan di masjid atau mushollah. Baru saya tahu kalau malam NS saya
2010 itu disambung dengan shalat istisqo' lantaran hujan tak kunjung
datang,
oh makanya jadi berdo'a di luaran, di tiker2 yang lusuh ... Itu saja
kisahnya, tapi dari situ kisah2 berikutnya berlanjut.
# Malam NS di Averroes 2011
Atas kemeriahan malam NS itu saya mengusulkan kepada Pak Yai Romdlon untuk menggelar Yasin 3x sebagai pengganti istighotsah. Pak Yai setuju. Tidak ada yang istimewa pada peringatan tersebut, khususnya karena saya sendiri sudah lupa siapa saja yang hadir, hanya bisa mengira2 saja.
# Malam NS di Averroes 2011
Atas kemeriahan malam NS itu saya mengusulkan kepada Pak Yai Romdlon untuk menggelar Yasin 3x sebagai pengganti istighotsah. Pak Yai setuju. Tidak ada yang istimewa pada peringatan tersebut, khususnya karena saya sendiri sudah lupa siapa saja yang hadir, hanya bisa mengira2 saja.
Tapi
yang bisa dicatat, (1) bahwa peringatan bersama2 itu sekiranya belum
berlanjut hingga sekarang, saya sendiri tidak lagi mengusulkan
memperingatinya khawatir malah jadi debat kusir (2) Ibu saya berkali2
mengingatkan by phone agar tidak melupakan malam yang satu itu. Malam
itu, di karpet lusuh warna hijau dan biru milik Ave kami ber NS an.
# Malam NS di Tunggul Wulung 2012
Siang menjelang malam NS 2012, ibu saya berkali2 menelepon saya agar tidak "beracara" macam2 khususnya paska Maghrib menjelang Isya'. Beliau ingin mengingatkan betapa penting malam itu untuk saya dan keluarga harus membaca Yasin 3x. It's no problem.
# Malam NS di Tunggul Wulung 2012
Siang menjelang malam NS 2012, ibu saya berkali2 menelepon saya agar tidak "beracara" macam2 khususnya paska Maghrib menjelang Isya'. Beliau ingin mengingatkan betapa penting malam itu untuk saya dan keluarga harus membaca Yasin 3x. It's no problem.
Saya
dan keluarga pun menjalankan perintah itu dengan semangat, setidaknya
semangat seperti yang diyakini ibu saya. Lancar tanpa gangguan berarti.
Malam itu di atas kursi tamu yang sudah berumur hasil sedekah seorang
senior PMII, kami ber NS an bersama keluarga.
# Malam NS di Macau, Cina 2013
Saya dapat kesempatan berlibur di Cina, di 3 negara: Hongkong, Shenzen dan Macau. Sebelum saya berangkat, pesan ibu saya hanya satu. Bukan soal hebatnya akan berlibur ke negeri seberang dst, tapi karena di masa liburan itu terdapat malam NS. Berkali2 beliau mengingatkan agar saya jangan lupa dan menyuruh saya untuk membawa Majmuk Syarif agar doa di setiap Yasin bisa saya baca nanti pasa malam NS. Iya, beres, ujar saya. Ironisnya kitab Majmuk serbaguna itu justru ketinggalan. Untunglah di HP Nokia ku yang jelek itu terinstall aplikasi surat Yasin dg huruf sangat kecil. Tapi alhamdulillah sudah cukup untuk menjadi penuntun membaca Yasin.
Malam NS saat itu jatuh ketika saya sedang berada di Macau. Macau adalah daerah kuno yang memiliki luas sekitar 29.5 km² dan berpenduduk setengah juta jiwa. Daerah ini sudah ada sejak abad XV. Macau memiliki gereja lebih banyak dari Vatikan, tempat wisatanya kebanyakan menyajikan arsitektur peninggalan Portugis (yang menjajah hampir 400 tahun sebelum diambil kembali oleh Cina). Banyak TKI kita di sana, dan kalau dia bekerja menjadi pelayan toko, belilah di sana, Anda akan diberi diskon!
Macau dikenal sebagai sebuah negara kecil Eropa di Asia. Ada banyak hotel mewah, Sands, Galaxy, dan Venetian. Hotel Venetian Resort sendiri memiliki 3.000 kamar. Nuansa Eropa sangat terasa di hotel ini. Dibangun di atas lahan seluas 97,5 hektare, salah satu hotel terbesar di Asia itu menghadirkan nuansa Venesia, kota seribu kanal di Itali. Dikenal sebagai kawasan judi terbesar sekelas Las Vegas, bahkan orang2 Macau kini pun percaya ada banyak penjudi kawakan Las Vegas yang sudah pindah ke Macau.
# Malam NS di Macau, Cina 2013
Saya dapat kesempatan berlibur di Cina, di 3 negara: Hongkong, Shenzen dan Macau. Sebelum saya berangkat, pesan ibu saya hanya satu. Bukan soal hebatnya akan berlibur ke negeri seberang dst, tapi karena di masa liburan itu terdapat malam NS. Berkali2 beliau mengingatkan agar saya jangan lupa dan menyuruh saya untuk membawa Majmuk Syarif agar doa di setiap Yasin bisa saya baca nanti pasa malam NS. Iya, beres, ujar saya. Ironisnya kitab Majmuk serbaguna itu justru ketinggalan. Untunglah di HP Nokia ku yang jelek itu terinstall aplikasi surat Yasin dg huruf sangat kecil. Tapi alhamdulillah sudah cukup untuk menjadi penuntun membaca Yasin.
Malam NS saat itu jatuh ketika saya sedang berada di Macau. Macau adalah daerah kuno yang memiliki luas sekitar 29.5 km² dan berpenduduk setengah juta jiwa. Daerah ini sudah ada sejak abad XV. Macau memiliki gereja lebih banyak dari Vatikan, tempat wisatanya kebanyakan menyajikan arsitektur peninggalan Portugis (yang menjajah hampir 400 tahun sebelum diambil kembali oleh Cina). Banyak TKI kita di sana, dan kalau dia bekerja menjadi pelayan toko, belilah di sana, Anda akan diberi diskon!
Macau dikenal sebagai sebuah negara kecil Eropa di Asia. Ada banyak hotel mewah, Sands, Galaxy, dan Venetian. Hotel Venetian Resort sendiri memiliki 3.000 kamar. Nuansa Eropa sangat terasa di hotel ini. Dibangun di atas lahan seluas 97,5 hektare, salah satu hotel terbesar di Asia itu menghadirkan nuansa Venesia, kota seribu kanal di Itali. Dikenal sebagai kawasan judi terbesar sekelas Las Vegas, bahkan orang2 Macau kini pun percaya ada banyak penjudi kawakan Las Vegas yang sudah pindah ke Macau.
Di
sini saya sempat pula memasuki salah satu hotel milik Jackie Chan
(Hotel Grand Emperor) yang di dalamnya juga merupakan kawasan perjudian
milik Bang Jackie. Jackie di sana dikenal bukanlah seorang artis saja,
tapi merupakan tokoh masyarakat dan pengusaha kelas wahid yang disegani.
Menurut guide tour kami, inilah sebuah negara yang APBN nya terbesar
merupakan sumbangan dari rumah2 judi, dan menjadi sebuah kota yang indah
dan bersih hehe --dalam mana sekitar 10-15 tahun lalu hanyalah
merupakan rawa2, tanah tandus dan tak sepotong tanaman pun bisa ditanam
di sini.
Di Macau ada beberapa rutinitas, seperti acara Prosesi Lady Fatima. Acara ini adalah prosesi tahunan umat dari Gereja S. Domingos (saya mengunjunginya, dan selain asyik motret Gereja, juga syik motret dan menghitung deretan mobile Peugeot di depannya) sampai dengan Kapel Penha dimana misa terbuka diadakan. Kegiatan ini secara rutin diadakan untuk memperingati keajaiban Fatima di Portugal pada tahun 1917. Ada pula Festival Perahu Naga (Festival Tun Ng). Festival Cina kuno ini adalah untuk memperingati penyair heroik Wat Yuen yang memprotes korupsi dengan menenggelamkan diri sendiri. Ada balapan Perahu Naga yang terkenal dan bertempat di Danau Nam Van.
Malam NS di Macau memang cukup berkesan. Saya berkesempatan menginap di Hotel Bintang 5 terbaik di negeri judi itu, The Venetian Hotel, hotel yang mengadaptasi Kota Venesia yang penuh dengan sungai/kanal. Begitu pula di dalam hotel, ada banyak sungai beserta Gondola2 nya dan nyanyian2 khas Italia. Saya sekali saya tidak berkesempatan naik Gondola. Di samping karena sang istri tercinta tidak ikut (jadi nggak bisa mesra2-an gitu, harga sewa naik perahunya juga mahal amat. Hampir sejuta selama beberpa menit diiringi tukang gondola yang nyanyi2.
Di Macau ada beberapa rutinitas, seperti acara Prosesi Lady Fatima. Acara ini adalah prosesi tahunan umat dari Gereja S. Domingos (saya mengunjunginya, dan selain asyik motret Gereja, juga syik motret dan menghitung deretan mobile Peugeot di depannya) sampai dengan Kapel Penha dimana misa terbuka diadakan. Kegiatan ini secara rutin diadakan untuk memperingati keajaiban Fatima di Portugal pada tahun 1917. Ada pula Festival Perahu Naga (Festival Tun Ng). Festival Cina kuno ini adalah untuk memperingati penyair heroik Wat Yuen yang memprotes korupsi dengan menenggelamkan diri sendiri. Ada balapan Perahu Naga yang terkenal dan bertempat di Danau Nam Van.
Malam NS di Macau memang cukup berkesan. Saya berkesempatan menginap di Hotel Bintang 5 terbaik di negeri judi itu, The Venetian Hotel, hotel yang mengadaptasi Kota Venesia yang penuh dengan sungai/kanal. Begitu pula di dalam hotel, ada banyak sungai beserta Gondola2 nya dan nyanyian2 khas Italia. Saya sekali saya tidak berkesempatan naik Gondola. Di samping karena sang istri tercinta tidak ikut (jadi nggak bisa mesra2-an gitu, harga sewa naik perahunya juga mahal amat. Hampir sejuta selama beberpa menit diiringi tukang gondola yang nyanyi2.
The
Venetian Macau-Resort-Hotel merupakan salah satu hotel paling megah dan
mewah di sini. Kamar tempat saya meninap luasnya hampir 80 meter
persegi, jadi lebih
luas daripada Hall Averroes sebelah kanan Musholla yang sedang dibangun
sekarang. Hotel bergaya arsitektur Venetian ini dilengkapi dengan
fasilitas yang lengkap, hanya berjarak 5 menitan dari Macau
International Airport. Anda tinggal melewati ferry terminal yang baru
dan jembatan Lotus Flower (terlihat dari hotel) untuk mencapainya.
Yang cukup terkenal di dalam kamar2 di Venetian adalah bahwa semua tipe kamar sangat luas dan di dekor dengan nuansa modern dan sangat berkelas. Tersedia berbagai macam pilihan kamar mulai dari Royale Suite, Bella Suite serta Rialto Suites. Voilaaaa saya berkesempatan mencicipi yang Royal, walau hanya semalam. Harga sewa per kamarnya cukup dipakai untuk beli laptop 2 biji.
Di Royal Suite Room ini tikernya sudah tidak lusuh lagi, tapi dilapisi permadani yang sangat empuk (sekitar 5-10 cm ketebalan bulu2nya). Di sinilah, saya membaca Yasin 3x. Di dalam kesunyian kamar, di dalam mana di luar dikelilingi oleh para penjudi "Las Vegas" yang sedang mempertaruhkan kehidupannya. (Penjudi Indonesia juga tak kalah banyaknya, konon kabarnya banyak juga pejabat yang berlibur ke sini menghabiskan waktunya untuk berjudi ... weleh)
Saya tidak tahu kapan Maghrib kapan Isya'. Saya hanya menandai ketika hari sudah gelap. Setelah capek berkeliling di mesin2 judi di lantai bawah, saya naik lagi ke kamar dan membaca surat Yasin. Baca 3x dengan doa yang saya karang2 sendiri. Alhamdulillah beres.
# Malam NS di Masjid Jami' Malang 2014
Ini adalah zaman Blackberry, zaman Facebook di mana orang bisa berekspresi dalam status2nya. Semenjak pagi saya sudah mendapatkan puluhan broadcast yang mengingatkan soal Malam NS. Macam2 isinya, mulai dari yang serius hingga asal BC. Siangnya baru ibu saya menanyakan by phone apakah saya lupa atau tidak soal NS. Saya bilang, "beres, siap, kerjakan!".
Pekerjaan saya yang kini banyak berhubungan dengan perusahaan ekspedisi seperti JNE dan Kantor Pos membuat saya berencana bermalam NS-an di Masjid Jami' Malang. Saya ada jadwal ke Kantor Pos sore itu. Lalu saya ajak juga anak istri untuk ikut serta, dan bermalam NS-an di Masjid Jami'. Karena terlambat, saya kehilangan kesempatan membaca secara berjamaah pada 1x Yasin pertama. Masuk masjid, shalat maghrib dan mengeluarkan Samsung Android andalan yang sudah terinstall Yasin Tahlil.
Suasana masjid sudah penuh sesak layaknya Jumat-an, meluber sampai pintu terdepan. Rupanya mereka semua berniat berjamaah Yasin dalam NS kali ini. Saya duduk mencari tiang agar bisa bersandar dengan nyaman. Mulailah pelan2 Yasin dibaca sampai do'a terakhir.
Momentum di Masjid Jami' kali ini cukup mengesankan karena beberapa hal. Pertama saya mengingat membaca Yasin di Macau dalam hal karpetnya. Karpet Masjid Alun2 ini sudah sangat2 bagus dan se-empuk ketika saya membaca di Venetian Hotel. Jadi ingat di sono hehe. Kedua, ketika doa terakhir dipanjatkan, secara tak sadar mata saya tersadar bahwa orang yang duduk persis di persilaan saya adalah sesosok manusia yang saya kenal betul. Dia adalah salah seorang aktivis Averroes Community. Dulunya saya kira dia agak berangasan. Lho kok? Iya, dia sudah duduk di sana mulai menjelang Maghrib ... Ya Salam ... saya bertemu teman seperjuangan yang saat itu memang sengaja datang ke Masjid Jami' untuk niat bermalam NS-an hehe. Siapakah dia? Silakan ditebak!
***
Ya bro, itulah kisah2 saya dalam bermalam NS-an. Semoga catatan ini bermanfaat bagi saya sebagai bagian dari pembelajaran taat kepada orang tua. Di masa seperti sekarang, saya ingin lebih ekstrim lagi untuk meyakini bahwa orangtua kita, bapak/ibu haruslah ditaati sepanjang itu adalah perintah2 yang secara nalar sesuatu yang baik. Tidak perlu membantah apapun yang dia katakan, karena hemat saya pasti itu saran yang baik. Menurut pandangan ekstrim saya, semua perintahnya adalah jalan menuju keberkahan. (Dulu ada penjudi di Averroes yang tidak sengaja memanipulasi doa ibunya meminta keberkahan, eh ternyata bolak balik dia menang hehe just joke).
Tapi itu untuk diri saya sendiri dan keluarga ya bro. Bro dan sis tidak selalu bertemu dengan situasi demikian. Yg penting, tetaplah menjaga komunikasi harmonis dengan mereka, berkelakar, menghibur, melucu, dan buatlah mereka bergembira selalu. Sampaikan kepada mereka situasi kita baik-baik saja di sini, tidak ada hutang, ekonomi makmur (hehe), hidup baik2 dan carilah doa2 tertulus dari mereka, dan yakinilah itu adalah jalan Tuhan untuk mencapai kebaikan. Jangan lupa kalau ada kelebihan rejeki, bagilah kepada mereka. Do'anya aduh dahsyatnya minta ampun ...
So mari kita kirim Fatihah kepada mereka, baik yang masih gesang maupun sudah kapundhut ... biar mereka menjadi jalan surga bagi kita semua. Amin
Mohon maaf, dan terimakasih sudah sibuk membaca tulisan kacau ini ...
Saiful Arif
Yang cukup terkenal di dalam kamar2 di Venetian adalah bahwa semua tipe kamar sangat luas dan di dekor dengan nuansa modern dan sangat berkelas. Tersedia berbagai macam pilihan kamar mulai dari Royale Suite, Bella Suite serta Rialto Suites. Voilaaaa saya berkesempatan mencicipi yang Royal, walau hanya semalam. Harga sewa per kamarnya cukup dipakai untuk beli laptop 2 biji.
Di Royal Suite Room ini tikernya sudah tidak lusuh lagi, tapi dilapisi permadani yang sangat empuk (sekitar 5-10 cm ketebalan bulu2nya). Di sinilah, saya membaca Yasin 3x. Di dalam kesunyian kamar, di dalam mana di luar dikelilingi oleh para penjudi "Las Vegas" yang sedang mempertaruhkan kehidupannya. (Penjudi Indonesia juga tak kalah banyaknya, konon kabarnya banyak juga pejabat yang berlibur ke sini menghabiskan waktunya untuk berjudi ... weleh)
Saya tidak tahu kapan Maghrib kapan Isya'. Saya hanya menandai ketika hari sudah gelap. Setelah capek berkeliling di mesin2 judi di lantai bawah, saya naik lagi ke kamar dan membaca surat Yasin. Baca 3x dengan doa yang saya karang2 sendiri. Alhamdulillah beres.
# Malam NS di Masjid Jami' Malang 2014
Ini adalah zaman Blackberry, zaman Facebook di mana orang bisa berekspresi dalam status2nya. Semenjak pagi saya sudah mendapatkan puluhan broadcast yang mengingatkan soal Malam NS. Macam2 isinya, mulai dari yang serius hingga asal BC. Siangnya baru ibu saya menanyakan by phone apakah saya lupa atau tidak soal NS. Saya bilang, "beres, siap, kerjakan!".
Pekerjaan saya yang kini banyak berhubungan dengan perusahaan ekspedisi seperti JNE dan Kantor Pos membuat saya berencana bermalam NS-an di Masjid Jami' Malang. Saya ada jadwal ke Kantor Pos sore itu. Lalu saya ajak juga anak istri untuk ikut serta, dan bermalam NS-an di Masjid Jami'. Karena terlambat, saya kehilangan kesempatan membaca secara berjamaah pada 1x Yasin pertama. Masuk masjid, shalat maghrib dan mengeluarkan Samsung Android andalan yang sudah terinstall Yasin Tahlil.
Suasana masjid sudah penuh sesak layaknya Jumat-an, meluber sampai pintu terdepan. Rupanya mereka semua berniat berjamaah Yasin dalam NS kali ini. Saya duduk mencari tiang agar bisa bersandar dengan nyaman. Mulailah pelan2 Yasin dibaca sampai do'a terakhir.
Momentum di Masjid Jami' kali ini cukup mengesankan karena beberapa hal. Pertama saya mengingat membaca Yasin di Macau dalam hal karpetnya. Karpet Masjid Alun2 ini sudah sangat2 bagus dan se-empuk ketika saya membaca di Venetian Hotel. Jadi ingat di sono hehe. Kedua, ketika doa terakhir dipanjatkan, secara tak sadar mata saya tersadar bahwa orang yang duduk persis di persilaan saya adalah sesosok manusia yang saya kenal betul. Dia adalah salah seorang aktivis Averroes Community. Dulunya saya kira dia agak berangasan. Lho kok? Iya, dia sudah duduk di sana mulai menjelang Maghrib ... Ya Salam ... saya bertemu teman seperjuangan yang saat itu memang sengaja datang ke Masjid Jami' untuk niat bermalam NS-an hehe. Siapakah dia? Silakan ditebak!
***
Ya bro, itulah kisah2 saya dalam bermalam NS-an. Semoga catatan ini bermanfaat bagi saya sebagai bagian dari pembelajaran taat kepada orang tua. Di masa seperti sekarang, saya ingin lebih ekstrim lagi untuk meyakini bahwa orangtua kita, bapak/ibu haruslah ditaati sepanjang itu adalah perintah2 yang secara nalar sesuatu yang baik. Tidak perlu membantah apapun yang dia katakan, karena hemat saya pasti itu saran yang baik. Menurut pandangan ekstrim saya, semua perintahnya adalah jalan menuju keberkahan. (Dulu ada penjudi di Averroes yang tidak sengaja memanipulasi doa ibunya meminta keberkahan, eh ternyata bolak balik dia menang hehe just joke).
Tapi itu untuk diri saya sendiri dan keluarga ya bro. Bro dan sis tidak selalu bertemu dengan situasi demikian. Yg penting, tetaplah menjaga komunikasi harmonis dengan mereka, berkelakar, menghibur, melucu, dan buatlah mereka bergembira selalu. Sampaikan kepada mereka situasi kita baik-baik saja di sini, tidak ada hutang, ekonomi makmur (hehe), hidup baik2 dan carilah doa2 tertulus dari mereka, dan yakinilah itu adalah jalan Tuhan untuk mencapai kebaikan. Jangan lupa kalau ada kelebihan rejeki, bagilah kepada mereka. Do'anya aduh dahsyatnya minta ampun ...
So mari kita kirim Fatihah kepada mereka, baik yang masih gesang maupun sudah kapundhut ... biar mereka menjadi jalan surga bagi kita semua. Amin
Mohon maaf, dan terimakasih sudah sibuk membaca tulisan kacau ini ...
Saiful Arif
29 Juni 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar