Sabtu, 25 Oktober 2014

Zarkasi dan Andini

Bukannya tanpa alasan kalau Zarkasi mempertimbangkan “Andini” sebagai nama anaknya yang kini sedang 4 bulan berada dalam kandungan istrinya…

Sebagai PNS Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Zarkasi tidak pernah jauh dari sapi. Salah satu tugasnya adalah ikut meningkatkan produksi sapi Jawa Timur guna mewujudkan program pembangunan Pakdhe Karwo untuk menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Sehingga, ribuan sapi di Jawa Timur telah bunting akibat perbuatan Zarkasi.

Karena itu, suatu malam, Zarkasi bermimpi bertemu dengan Andini.

Andini adalah simbol kemuliaan. Di punggungnya, berdiri kokoh Sang Batara Pahlawan Tanpa Tanda Jasa (Baca: Batara Guru), pemimpin segala dewa dalam dunia pewayangan. Ya, Andini adalah seekor lembu kuning keemasan yang menjadi tunggangan penguasa alam kedewataan.

Tidak ada makhluk yang memiliki keistimewaan serupa yang dimiliki Andini, sebagai kepanjangan kaki dari Batara Guru. Menjadi kepanjangan tangan, banyak. Semisal Cak Tabah yang menjadi kepanjangan tangan Lobi Australia di Indonesia. Juga Anam yang menjalani Derita Cinta Berkepanjangan. Tapi, yang menjadi kepanjangan kaki tidak ada selain Andini yang dikenal pemberani dan tidak memiliki rasa takut.

Apalagi, Andini menjadi kepanjangan kaki dari sosok yang bukan sembarangan. Batara Guru mempercayai Andini untuk mengantarkannya ke segala tempat tentu bukan karena Batara Guru tidak bisa berjalan sendiri. Sebagai dewa senior yang paling sakti madraguna, kemampuan berpindah tempat ke mana saja dalam sekejap sudah barang tentu dipunyainya. Tetapi, Betara Guru ingin menempatkan (baca: mengkader) Andini sebagai tokoh yang memiliki peran penting di alam kedewataan. Sebagaimana alasan Rian menyuruh Gigih membuat kopi untuknya. Bukan karena Rian tidak bisa membuat kopi sendiri, tapi karena alasan kaderisasi terhadap Gigih.

Dan Andini adalah juga simbol kemakmuran yang lahir dari Lembu Surabhi, sang lembu kemakmuran milik Begawan Wasista. Dalam kisah lain, Andini adalah adik dari Dewi Sri (Dewi Kemakmuran), yang berjuang mati-matian mempertahankan harga diri sang kakak melawan Kolo Gumarang, sang raksasa penghancur kemakmuran.

Namun, sepertinya Zarkasi tidak akan melanjutkan mempertimbangkan ‘Andini’ sebagai nama dari anaknya. Bukan karena masa lalu kelam Andini yang pernah mengaku sebagai Penguasa Dunia sebelum ditaklukkan oleh Betara Guru. Tapi, karena perjumpaan Zarkasi dengan seorang gadis bernama Andini, beberapa tahun silam saat masih menjadi wartawan, yang rupanya menyisakan kenangan pahit sehingga disimpannya rapat-rapat dalam memori masa lalunya.

Untuk tahu tentang kebenaran masa lalu Zarkasi bersama Andini tersebut, silakan langsung bertanya ke Zarkasi. Sedangkan untuk mendoakan agar calon bayi Zarkasi diridhoi Allah menjadi anak yang sholeh/sholihah serta memperkuat doa-doa yang telah kita munajatkan bersama sebelum-sebelumnya, monggo hadir dalam istighotsah nanti malam jam 18.30 di Averroes Jl. Manunggal Kav A-3.

Hesty
9 Maret 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar